Mengetahui tanda-tanda kehamilan pada ikan Molly (Poecilia sphenops) adalah keterampilan dasar yang sangat penting bagi setiap pembudidaya. Karena ikan Molly termasuk jenis livebearer atau melahirkan anak langsung, siklus reproduksi mereka tergolong cepat, yakni sekitar 28 hingga 45 hari sekali tergantung suhu air. Seringkali pemilik akuarium terkejut menemukan burayak (bayi ikan) yang sudah dimangsa oleh ikan lain karena terlambat menyadari bahwa induk betina sedang hamil tua dan siap melahirkan.
Kemampuan membaca tanda fisik dan perubahan perilaku pada induk betina akan sangat menentukan tingkat keberhasilan panen Anda. Dengan mengetahui kapan waktu yang tepat untuk memisahkan induk ke tempat pengasingan, Anda dapat menyelamatkan puluhan burayak dari ancaman kanibalisme. Tanda-tanda ini sebenarnya cukup jelas terlihat jika Anda meluangkan waktu untuk mengamati ikan Anda setiap hari, mulai dari perubahan bentuk tubuh hingga tingkah laku sosialnya terhadap ikan lain.
Cara Mengetahui Ikan Molly Hamil dan Siap Melahirkan
1. Perubahan Bentuk Perut yang Spesifik
Tanda fisik yang paling mudah terlihat pada ikan Molly yang hamil adalah pembesaran pada area perut. Namun, pembesaran ini berbeda dengan kondisi ikan yang kekenyangan atau terkena penyakit. Pada awal kehamilan, perut akan terlihat membulat secara wajar. Seiring berjalannya waktu, perut ini akan semakin membengkak besar hingga terlihat tidak proporsional dengan kepala dan ekornya, menandakan bahwa rahimnya sedang penuh dengan telur yang telah dibuahi dan berkembang menjadi burayak.
Menjelang waktu melahirkan, bentuk perut ikan Molly akan mengalami perubahan unik yang sering disebut sebagai fase "mengotak" atau squared off. Jika dilihat dari samping, perut bagian bawah ikan tidak lagi melengkung bulat sempurna, melainkan terlihat agak rata atau menyudut seperti bentuk kotak di dekat sirip anal. Jika Anda melihat bentuk perut sudah seperti ini, itu adalah indikator kuat bahwa proses kelahiran hanya tinggal menghitung hari atau bahkan jam.
2. Muncul dan Menebalnya Gravid Spot
Salah satu indikator biologis yang paling akurat pada ikan livebearer adalah munculnya gravid spot atau bercak kehamilan. Ini adalah noda gelap yang terletak di bagian bawah perut, tepat di dekat sirip anal (tempat keluarnya kotoran/anak). Pada ikan Molly yang berwarna cerah atau transparan, bercak ini sangat mudah dilihat. Sebenarnya, gravid spot adalah dinding rahim yang menipis atau mata dari bayi-bayi ikan yang mulai terbentuk di dalam perut induknya.
Semakin dekat waktu melahirkan, gravid spot ini akan semakin membesar dan warnanya akan semakin pekat atau gelap. Pada beberapa kasus ikan Molly yang berwarna putih atau kuning, Anda bahkan bisa melihat titik-titik hitam kecil di dalam bercak tersebut jika diamati dengan kaca pembesar, yang mana itu adalah mata dari para burayak. Jika noda ini sudah sangat hitam dan besar, artinya burayak sudah berkembang sempurna dan siap untuk dilahirkan ke dunia.
3. Perubahan Pola Nafsu Makan
Perilaku makan ikan Molly hamil seringkali berubah-ubah dan bisa menjadi petunjuk fase kehamilan. Pada tahap awal hingga pertengahan kehamilan, induk betina biasanya akan menjadi sangat rakus dan memakan apa saja yang Anda berikan. Hal ini wajar karena ia membutuhkan nutrisi ekstra untuk menunjang pertumbuhan puluhan embrio di dalam tubuhnya. Anda mungkin akan melihatnya terus-menerus mencari sisa makanan di dasar akuarium.
Namun, perilaku ini akan berubah drastis tepat sebelum melahirkan. Ketika waktu persalinan sudah sangat dekat, banyak induk Molly yang tiba-tiba kehilangan nafsu makan atau bahkan memuntahkan kembali makanan yang baru saja dimakan. Hal ini disebabkan oleh rasa tidak nyaman pada perutnya yang penuh sesak oleh burayak, serta insting alami untuk fokus pada proses persalinan. Jika ikan Anda menolak makan padahal biasanya lahap, segera siapkan wadah pemijahan.
4. Perilaku Menyendiri dan Bersembunyi
Selain fisik, perubahan interaksi sosial adalah tanda yang sangat jelas. Ikan Molly betina yang siap melahirkan akan cenderung menarik diri dari keramaian komunitas akuarium. Ia akan mencari tempat yang tenang, gelap, dan tersembunyi, seperti di balik tanaman air yang lebat, di dalam dekorasi gua buatan, atau berdiam diri di sudut akuarium dekat permukaan air atau dasar tangki.
Tindakan isolasi diri ini adalah mekanisme pertahanan alami untuk melindungi dirinya dan calon bayi-bayinya dari gangguan ikan lain. Di alam liar, induk akan mencari perairan dangkal yang tenang untuk melahirkan agar anak-anaknya tidak langsung dimangsa predator. Jadi, jika Anda melihat betina Molly Anda "menghilang" atau diam mematung di pojokan dan menjauh jika didekati ikan jantan, itu tandanya ia sedang mencari tempat aman untuk bersalin.
5. Peningkatan Agresivitas
Meskipun cenderung bersembunyi, induk Molly yang hamil tua juga bisa menjadi lebih agresif atau galak jika merasa terganggu. Jika ada ikan lain, terutama pejantan yang mencoba mendekat atau mengejarnya, betina hamil tidak segan untuk menyerang balik atau menggigit sirip pengganggu tersebut. Ini adalah perubahan mood yang drastis mengingat Molly betina biasanya berwatak tenang dan damai.
Agresivitas ini muncul karena rasa stres fisik yang dialami induk dan insting protektifnya yang meningkat. Ia membutuhkan ruang pribadi (personal space). Oleh karena itu, jika Anda melihat betina Anda sering mengusir ikan lain yang melintas di dekat tempat persembunyiannya, itu adalah sinyal bahwa ia sedang dalam kondisi sensitif dan sebaiknya segera dipindahkan ke wadah khusus agar lebih tenang dan tidak melukai ikan lain.
Kesimpulan
Mendeteksi kehamilan dan waktu melahirkan ikan Molly memerlukan kombinasi pengamatan antara ciri fisik dan perilaku. Tanda fisik yang paling valid adalah perubahan bentuk perut yang menjadi "kotak" dan gravid spot yang menghitam pekat. Sementara dari sisi perilaku, tanda-tanda seperti memisahkan diri dari kelompok, bersembunyi di tanaman, serta penurunan nafsu makan secara tiba-tiba adalah sinyal "lampu merah" bahwa kelahiran sudah di depan mata.
Dengan memahami tanda-tanda tersebut, Anda bisa mengambil tindakan tepat waktu, yaitu memindahkan induk ke breeding box atau wadah terpisah. Tindakan preventif ini adalah kunci utama dalam menyelamatkan burayak agar tidak menjadi santapan induknya sendiri atau penghuni akuarium lainnya. Ketelitian Anda dalam memantau fase-fase ini akan berbanding lurus dengan jumlah anakan yang berhasil Anda panen dan besarkan.